Langsung ke konten utama

Material Protein Nanopartikel Mirip dengan Jaringan Otak Manusia

Tau ga si baru-baru ini para ilmuan telah menemukan suatu material gabungan yang terdiri atas sebuah protein anak tangga dan nanopartikel metalik yang menampilkan kekayaan magnetis yang mirip banget dengan jaringan otak manusia. Penemuan ini diterbitkan di dalam online Physical Review B Juni edisi 20, yaitu pemahaman lebih mendalam mengenai perilaku magnetis dari jaringan otak dan bahan-bahan kompleks alami lainnya.

Katanya ni kemagnetan dari beberapa unsur alam, seperti batu karang, tanah, material biologi sangat sulit dipelajari karena unsur-unsur tersebut cenderung terdiri dari suatu campuran beberapa komponen yang magnetis. Oleh karena itu informasi fungsional dan struktural dari bahan yang kaya akan material magnetis seringkali tidak dapat ditemukan.

Seorang ahli geofisika dari Institut Geophysics di Zurich Switzerland, Ann Hirt berkata pada PhysOrg.com bahwa; “Sangat sulit memisahkan komponen-komponen yang berbeda untuk mempelajari mereka secara individu. Sering kali digunakan beberapa metode analisis namun kesimpulan yang didapatkan terbatas. Oleh karena itu diperlukan penemuan dan penyelidikan bahan-bahan model yang dapat membantu masalah ini.”

Sebagai langkah awal, Hirt dan timnya mengidentifikasi komponen-komponen yang berbeda dalam otak yang menghasilkan sinyal-sinyal magnet. Mereka menggunakan berbagai metode magnetik, yang biasanya digunakan untuk mengidentifikasi mineral-mineral magnetik dalam batu-batuan. Trus mereka menemukan bahwa ternyata pada jaringan otak ada komponen-komponen yang memberikan kontribusi sinyal magnet yang sangat kuat, diikuti peredaran besi dalam darah ke otak. Selanjutnya Feritin yaitu suatu protein pembawa besi ditemukan dalam bentuk nanopartikel. Baru-baru ini juga ditemukan komponen ke empat, namun identitasnya belum diketahui pasti yaitu semacam gabungan besi-oksigen, magnetite atau sebuah gabungan yang sangat mirip, maghemite atau juga mungkin gabungan dari keduanya. Magnetite dan maghemite memiliki properti magnet yang sama sehingga sulit untuk membedakan keduanya. (Benar-benar kompleks bukan??).

“Meskipun sinyal dari jaringan sendiri sudah sangat kuat, kita dapat dengan mudah mengurangi mangnetisasi totalnya, “ kata Franzizka Brem yang juga salah satu ilmuan geofisika dari institut ilmuan geofisika lainnya. “Sisa dari sinyal yang ada menjadi kombinasi sinyal dari feritin dan magnetite.”

Untuk mengkonfirmasi hal ini, tim mengukur properti magnetik dari sebuah sistem model yang mereka ketahui benar-benar isinya dan yang mereka bisa pelajari dengan pasti, yaitu suatu campuran feritin horse-spleen dan protein yang mengikat nanopartikel magnetite. Hasilnya menunjukkan suatu pengukuaran yang mirip dengan jarinngan otak sesungguhnya.

“Berdasarkan pengukuran ini, kami menyimpulkan bahwa feritin dan magnetite/maghemite menunjukkan reaksi yang sama pada jaringan otak persis sama dengan material model yang kami gunakan,” tambah Brem.

Laura Mgrdichian, Copyright 2006 PhysOrg.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAE Institut Indonesia, Memproduksi Film Berskala Internasional

Apakah anda senang menonton film? Apakah anda tahu bagaimana proses pembuatan sebuah film sehingga bisa dinikmati banyak orang? Nah, artikel kali ini akan membahas bagaimana bagaimana cara membuat film. Film yang baik tentunya memiliki cara pembuatan yang baik dan sesuai kaidah. Proses pembuatan film sering disebut sebagai filmmaking . Filmamaking melibatkan bebarapa tahap, antara lain ide, naskah, casting , shooting , editing , dan screening sebelum film dirilis secara besar-besaran. Proses filmmaking dilakukan di banyak tempat di seluruh dunia dengan berbagai konteks ekonomi, sosial, politik, serta menggunakan teknologi dan teknik yang sistemati s . Cara pembuatan film yang satu dengan lain pada dasarnya sama, yang membedakan adalah tantangan untuk mewujudkan step by step pembuatannya. Nah, berikut dijelaskan bagaimana sebenarnya dasar pembuatan sebuah film: 1.       Menentukan Ide Cerita Buatlah sebuah ide cerita untuk filmmu. tentukan terlebih d...

Belajar Bisnis Musik dari Sang Legendaris, Ahmad Dhani

Bagi Anda yang besar di era 90an pasti pernah dengar lagu- lagu yang dibawakan oleh group band Dewa 19.  Group band ini sangat fenomenal dengan lagu – lagu yang hit sampai sekarang. Salah satu pioner sekaligus maskot dari group band dewa 19 adalah Ahmad Dhani. Sampai sekarang Ahmad Dhani masih berkarir di dunia musik serta berbisnis musik. Beliau melihat peluang bisnis musik di Indonesia sangat menggiurkan karena musik merupakan bahasa universal. Setiap orang pasti memiliki kegemaran dalam bermusik minimal mendengarkan musik. Oleh sebab itu, sang legendaris dari group band dewa 19 ini membuka beragam usaha yang masih berkaitan dengan hobinya yaitu bermusik. Pentolan dewa 19 ini memiliki berbagai investasi bisnis yang cukup sukses. Menurut beliau peluang bisnis musik yang besar ini tidak akan pernah beliau sia – siakan. Bagi Anda yang masih muda, energik dan memiliki kemampuan bermusik serta kemauan dalam berbisnis maka Anda dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh Ahmad Dh...

Reaksi Dunia Bila Titanic Tenggelam

Presiden Bush - Amerika Serikat: "Sebuah kapal yang sedang berlayar menuju kepada kebebasan telah diserang oleh teroris. Kita tidak akan duduk diam. Kita akan memberi pelajaran kepada mereka! Bin Laden, anda dapat berlari tapi anda tak akan dapat sembunyi! Kami akan menemukanmu dan menghancurkan jaringan AL Qaedamu!" PM Tony Blair - Inggris: "Saya telah berbicara dengan Presiden Bush, dan kami berdua telah sepakat bahwa tenggelamnya kapal Titanic adalah bukti-bukti tak terbantahkan bahwa pengikut pengikut Saddam Hussein ada dibelakang serangan itu. Irak, nyata-nyata telah menjadi ancaman bagi dunia dan kita harus menyelesaikannya." PM John Howard - Australia: "Kami mendapatkan bukti bahwa di dalam kapal tersebut terdapat penumpang bernama Ahmad dan Abu Umar. Ini menunjukkan bahwa JI bertanggungjawab atas tenggelamnya kapal itu. Kami meminta Pemerintah Indonesia bertindak lebih tegas kepada aktivis-aktivis JI, atau kami sendiri yang akan menindak mereka!" P...